JAKARTA (otonominews.id) – Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Prof. Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, ada sekurangnya 3 tolak ukur dalam menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan negara berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Tiga tolok ukur tersebut adalah tingkat kecerdasan yang dicerminkan tingkat pendidikan yang tinggi. Yang kedua kesehatan masyarakat perbatasan negara dengan angka hidup yang tinggi dengan tidak ada tingkat stunting. Tolak ukur ketiga adalah tersedianya lapangan kerja yang memadai.
“Yang ketiga, kesejahteraan atau dompetnya tebel. Harus ada lapangan pekerjaan yang bisa mendatangkan pendapatan,” ungkap Zudan dalam diskusi bersama awak media massa di Kantor Sekretariat Tetap BNPP, Jakarta Pusat, Senin, (4/12/2023).
Zudan menjelaskan, Indonesia memiliki perbatasan darat internasional dengan 3 negara tetangga yaitu Malaysia, Papua Nugini, dan Timor Leste yang luas total jaraknya kurang lebih mencapai 3.151 kilometer.
Sedangkan di laut, perairan Indonesia berbatasan dengan 10 negara tetangga yakni: India, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini yang dipisahkan batas laut kontinen dan Zona Ekonomi Eklusif (ZEE).
“Wilayah menjadi fokus kinerja BNPP cukup luas dari Sabang sampai Merauke bersama wilayah perairan dan Pulau Pulau Kecil Terluar (PPKT),” terang Zudan.