BI DKI Keluarkan Jurus Jitu Ditengah Mahal dan Langkanya Beras Premium

Kepala Kantor Perwakilan BI Jakarta, Arlyana Abubakar.
Kepala Kantor Perwakilan BI Jakarta, Arlyana Abubakar/Doc.BI DKI
120x600
a

Inilah yang menjadikan harga beras premium melonjak. Sebab, ditegaskan Arlyana, beras premium yang masuk ke retail merupakan sisa dari pasar tradisional. 

“Jadi kalo dibandingkan harga di pasar tradisional mungkin berbeda,” tegasnya .

Meski demikian, TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) akan terus memastikan ketersediaan stok di Pasar melalui BUMD Pangan DKI, Bulog dan instansi terkait lainnya.

Terlepas dari itu, BI Jakarta sendiri masih mewaspadai ancaman inflasi yang terjadi imbas dari kelangkaan beras ini.  Salah satunya bekerja sama dengan 34 daerah di 10 provinsi di Indonesia untuk menyuplai bahan makanan. Sehingga pengendalian inflasi tetap 2,5 persen tetap terjaga.

Sekedar informasi untuk tahun 2023 BI telah  mencatat Rp1 triliun dikucurkan pemerintah daerah untuk subsidi pangan. Langkah ini diberikan untuk memuluskan 283.035 ton program SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan). 

“Ini membuat inflasi kita masih terkendali dan dibawah rata-rata nasional,” tutupnya.[ald]

r
Lihat Juga :  Berharap Pertahankan Opini WTP, Pj Heru Sambut Baik Acara Entry Meeting Terkait LKPD Pemprov DKI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

f j