Gubernur Mahyeldi menyampaikan, dari peninjauan yang dilakukan, sudah tergambar ruas jalan alternatif yang akan dilewati tersebut. Dimana ada ruas jalan yang sempit dan ada jalan yang lebih lebar. Sehingga, untuk jalan yang sempit perlu diperlebar.
“Hari ini kita meninjau bersama jalan alternatif ini bersama Dinas BMCKTR dan Bappeda Provinsi, Agam, Padang Panjang, serta Tanah Datar. Sehingga koordinasi antar daerah lebih baik sehingga solusi terbaik bisa didapatkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gubernur Mahyeldi juga menyebutkan jalur alternatif sangat diperlukan untuk mengatasi masalah kemacetan yang selalu terjadi di Pasar Koto Baru. Ia berharap, keberadaan jalur alternatif itu juga dapat disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat, terutama sekali sebelum masa mudik dan Lebaran datang.
Turut hadir dalam peninjauan itu, Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi; Kepala Dinas BMCKTR; Erasukma Munaf; Kepala Dinas Perkimtan; Kepala Dinas SDABK; Kepala Dinas Perhubungan, Dedy Diantolani; Kepala Dinas PMD Sumbar, Amasrul; Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda; Kasatpol PP Sumbar, Irwan; Kepala Dinas SDA dan Bina Kontruksi Sumbar, Camat X Koto; dan Wali Nagari Pandai Sikek.[Rdw]