Putri Pendiri NU Alm.KH Wahab Chasbulla dan Para Santri Sambut Meriah Siti Atikoh

Para Santri Ponpes Bahrul Ulum Jombang Tanyakan Alam Ganjar

Siti Atikoh bersama Santriwati Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Jatim.
120x600
a

Jombang, Otonominews.com – Istri calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti bersilaturahmi dengan santri dan pengurus Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Rejo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (28/1/2024) malam.

Kehadiran Atikoh bersama rombongan pun disambut hangat oleh pengurus dan santri. Bahkan, ratusan santriwati begitu histeris menyambut Atikoh.

Lantunan sholawat nabi dan rebana diperdengarkan menyambut kedatangan Atikoh di lokasi.

Para Ketua PAC Muslimat NU se-Kabupaten Jombang yang kopak mengenakan kerudung berwarna hijau turut menyambut hangat Atikoh dan Anggota DPR RI dari PDIP Sadarestuwati beserta rombongan.

Selanjunya, Atikoh membuka sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada pengurus Ponpes Bahrul Ulum, beserta Ibu-ibu Muslimat NU serta para santriwati yang telah menyambut dengan penuh hangat.

Saat ingin melanjutkan sambutannya, para santriwati pun berteriak histeris menyanyakan anak tunggal Atikoh, yakni Muhammad Zinedine Alam Ganjar.

“Mas Alam Bu, Mas Alam,” teriak histeris ratusan santriwati.

Mendengar itu, Atikoh pun tak bisa menahan tawa dan senyumnya. Dia terlihat semringah sambil menjawab histeris para santriawati.

“Iya Mas Alam. Nanti disalamin ke Alam ya. Kapan-kapan main ke sini,” jawab Atikoh yang langsung disambut histeris para santriwati.

Atikoh pun bertanya ke para santriwati.

“Salamnya sak mana (salamnya semana)?” tanya Atikoh.

“Sak mene (Sebesar ini),” jawab santriwati sambil memperagakan lingkaran di kepalanya, tanda ‘love’.

Melanjutkan sambutannya, Atikoh menceritakan alasannya berkeliling Jawa Timur mulai dari Banyuwangi, Bondowoso, Lumajang, Probolinggo, Blitar, Malang, hingga Jombang.

Dia mengatakan, hal itu dilakukan untuk bersilahturahmi dan mendengar langsung keluhan yang dirasakan oleh masyarakat.

“Saya sangat mencintai Indonesia. Saya ingin banyak bersilaturahmi dengan seluruh warga masyarakat sehingga saya bisa mendapatkan banyak masukan, saya banyak berguru yang mendapatkan banyak sekali ilmu, masukan-masukan. Sekaligus apa sih yang menjadi program periode masyarakat apa yang sudah dicapai yang bagus-bagus dan apa PR kita di masa mendatang,” kata Atikoh.

Lihat Juga :  Atikoh Ganjar Safari Politik di Yogyakarta: Bertemu Emak-emak Bahas Strategi Atasi Stunting

Lebih lanjut, Atikoh mengatakan bahwa hari pencoblosan Pemilu tinggal hitungan hari. Maka, dia mengajak seluruh ibu dan santriwati yang telah memiliki hak pilih untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

Sebab, mantan wartawati ini mengatakan jika 14 Februari 2024, menjadi hari yang menentukan perjalanan bangsa dan negara Indonesia 5 tahun mendatang.

“Track record dari calon-calon itu perlu sekali untuk diketahui, apa yang selama ini sudah diperbuat untuk bangsa dan negara untuk umat dan apa program-program yang benar-benar real yang bisa bermanfaat juga untuk masyarakat banyak sehingga nanti 5 tahun ke depan ini negara bangsa dan negara ini akan ditangan orang yang benar-benar amanah,” jelas Atikoh.

Atikoh pun mengajak ibu-ibu Muslimat NU serta santriwati untuk bersholawat bersama. Sholawat pun berlangsung dengan khusyuk dan penuh harapan.

Selanjutnya, Atikoh dan para ibu-ibu Muslimat NU dan santriwati berfoto bersama.

Usai sesi foto bersama, para santriwati kembali histeris dan meminta Atikoh untuk menyampaikan salam kepada Alam Ganjar.

Sebelumnya, dari Ponpes Bahrul Ulum Nyai Mundjidah Wahab menyampaikan rasa terima kasihnya telah dikunjungi oleh Atikoh dan rombongan.

Nyai Mundjidah Wahab yang merupakan Putri pendiri NU KH Wahab Chasbullah mengungkapkan, kehadiran Atikoh menjadi penyemangat untuk menghadapi pencoblosan 14 Februari mendatang.

“Selamat datang Ibu di Tambakberas. Semoga berkenan anak-anakku mendoakan, ibu-ibu Muslimat ada istigasah, tahlil, sholawat. Silahturahmi ini menjadi barokah. Menambah semangat dan motivasi kita semua menuju 14 Februari,” kata Nyai Mundjidah Wahab.

r

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA