Ragam  

Pemprov Lampung Dapat Bantuan Pembangunan 2 Pasar dari Pemerintah Pusat

Mendag Zulkifli Hasan dan Gubernur Arinal Djunaidi saat menghadiri peresmian dimulainya revitalisasi Pasar Natar, Lampung Selatan.
Mendag Zulkifli Hasan dan Gubernur Arinal Djunaidi saat menghadiri peresmian dimulainya revitalisasi Pasar Natar, Lampung Selatan.
120x600
a

LAMPUNG (Otonominews.id) – Pemerintah Provinsi Lampung mendapat bantuan dari pemerintah pusat dalam pembangunan dua pasar di wilayahnya. Satu bantuan berupa revitalisasi pasar tradisional. Satu bantuan lagi berupa pembangunan pasar baru dengan konsep tematik. 

Dukungan revitalisasi dilakukan terhadap Pasar Natar Lampung Selatan. Sedangkan pembangunan pasar dengan konsep tematik dilakukan di kawasan wisata Danau Ranau, Kabupaten Lampung Barat.

Peresmian revitalisasi Pasar Natar dilakukan oleh Menteri Pedagangan Zulkifli Hasan dan Gubernur Arinal Djunaidi pada akhir Januari 2024 lalu.

Dalam sambutannya, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan berharap setelah selesai revitalisasi, Pasar Natar akan mampu menjadi ikon Lampung khususnya di Lampung Selatan.

“Insya Allah Natar akan punya pasar yang bagus, pasar yang hebat, berstandar nasional di Natar ini menjadi ikon Lampung khususnya Lampung Selatan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendag yang akrab disapa Zulhas tersebut juga berpesan agar setelah pembangunan dilaksanakan, pedagang-pedagang lama di Pasar Natar agar mendapat prioritas. 

“Pesan saya, tolong nanti Bapak Ibu pedagang yang eksisting harus didahulukan pedagang yang ada sekarang itulah yang didahulukan,” pesannya.

Sedangkan terkait pembangunan pasar tematik di kawasan wisata Danau Ranau, Lampung Barat, Mendag Zulkifli Hasan menyambut baik dengan pembangunan pasar tersebut. 

“Penempatan lokasi pembangunan Pasar Wisata Jelajah Danau Ranau, tepat di kawasan daya tarik wisata yang menjadi lokasi prioritas Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024,” kata Zulhas.

Selain itu, dengan adanya integrasi pembangunan pasar tersebut dengan DAK bidang Industri Kecil Menengah (IKM) dan Pariwisata diharapkan dapat mempercepat penguatan kawasan Lumbok Seminung sebagai destinasi pariwisata di Kabupaten Lampung Barat.

“Pembangunan pasar rakyat tematik wisata melalui DAK bidang perdagangan ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan transaksi perdagangan di daerah pariwisata prioritas,” terangnya.

Lihat Juga :  The King of Nusa, Film Bergenre Science Fiction, Adventure dan Historical Hadirkan Teknologi Visual CGI 3D

Mendag Zulhas berharap pembangunan Pasar Wisata Jelajah Danau Ranau tersebut tidak boleh berhenti di pembangunan fisik.

“Pemerintah daerah harus segera melakukan langkah-langkah persiapan yang bersifat non fisik secara paralel sehingga pada saat pasar selesai dibangun dapat segera dimanfaatkan dan mendukung kepariwisataan Lampung Barat,” tuturnya.

Mendag Zulkifli Hasan meresmikan dimulainya pembangunan pasar dengan konsep tematik di kawasan wisata Danau Ranau, Kabupaten Lampung Barat.
Mendag Zulkifli Hasan meresmikan dimulainya pembangunan pasar dengan konsep tematik di kawasan wisata Danau Ranau, Kabupaten Lampung Barat.

Sedangkan Gubernur Arinal dalam sembutannya menyampaikan bahwa pasar tradisional merupakan salah satu indikator paling nyata kegiatan ekonomi masyarakat di suatu wilayah. 

“Dengan masih hidupnya pasar tradisional Natar ini, tentunya dapat memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan,” kata Gubernur Arinal belum lama ini.

Pada tahun 2022, jumlah pasar tradisional yang ada di Provinsi Lampung tercatat sebanyak 118 pasar yang tersebar di 15 kabupaten/kota dengan jumlah pedagang sebanyak 41.806 orang. Sebanyak 18 Pasar telah direvitalisasi di Provinsi Lampung dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2023 melalui Dana Tugas Pembantuan (TP).

Pada tahun 2023, pembangunan revitalisasi Pasar Natar di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI. 

“Proyek revitalisasi Pasar Natar Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan ini adalah hasil dari kolaborasi dan komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ujar Gubernur.

Pasar Natar akan dibangun di atas lahan seluas 6.462 M² dengan luas bangunan 6.839 M² dan mampu menampung 800 pedagang, dengan jumlah lapak 496 unit, kios 286 unit dan ruko 18 unit dan ditargetkan pembangunannya dapat selesai pada September 2024 mendatang.

Gubernur berharap pembangunan pasar ini akan memberikan pembaharuan tanpa merusak fungsi pasar sebagaimana mestinya.

“Saya percaya bahwa di dalam pembangunan ini kita harapkan ada satu pembaharuan. Mari kita jaga fungsi pasar ini betul-betul mencerminkan semua pihak. Saya sangat berharap pada pemerintah Kabupaten untuk berdiri bersama-sama dalam melakukan Tata kelolanya,” harapnya.

Lihat Juga :  Sekjen PDIP Jelaskan Mengapa Capres Ganjar Disebut Presiden Rakyat

Diakhir Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan revitalisasi Pasar Natar ini.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan revitalisasi Pasar Natar. Melalui revitalisasi pasar ini, kita berupaya menciptakan pasar tradisional yang lebih modern, nyaman, dan ramah pengunjung,” pungkasnya.

Sementara Gubernur Lampung dalam sambutannya yang disampaikan Sekdaprov Fahrizal Darminto mengatakan, dengan adanya pasar ini, tidak hanya memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi destinasi wisata yang menarik bagi pengunjung dari berbagai daerah.

Konsep pengembangan pasar tematik wisata Jelajah Danau Ranau Lumbok Seminung Kabupaten Lampung Barat, lanjut Sekdaprov adalah menggabungkan tiga elemen yaitu pariwisata, belanja dan seni budaya. Pasar tematik wisata direncanakan dibangun dikawasan wisata Lumbok Seminung Resort Kabupaten Lampung Barat.

Pasar tematik wisata yang diresmikan hari ini bukan sekadar tempat belanja, melainkan perwujudan visi untuk membangun pusat kegiatan ekonomi yang berbasis budaya dan pariwisata. 

“Saya berharap pasar ini tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga menjadi wadah bagi ekspresi seni, tradisi, dan kreativitas lokal,” ujarnya. 

Dari 519 Kabupaten di Indonesia,Kabupaten Lampung Barat merupakan salah satu Kabupaten dari 3 kabupaten yang terpilih di Indonesia untuk mendapatkan alokasi anggaran Dana Alokasi Khusus dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dengan anggaran sebesar 70 Milyar untuk pengembangan pasar tematik wisata.

Pengembangan pasar tematik wisata diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Lampung Barat. Seperti diketahui Kabupaten Lampung Barat masih mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai komoditi unggulan utama perekonomian wilayah.

Pengembangan pasar tematik wisata diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan penyediaan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pengembangan infrastruktur wilayah serta sekaligus melestarikan budaya dan lingkungan masyarakat setempat.

Lihat Juga :  Masyarakat Madiun Sambut Antusias Atikoh Ganjar saat Blusukan ke Pasar

Gubernur Lampung melalui Sekdapov juga mengapresiasi dan berterimakasih atas dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Lampung Barat yang sudah berupaya untuk merealisasikan proyek pasar wisata ini. 

“Saya berharap adanya komitmen dari pemerintah pusat maupun daerah untuk memastikan keberlanjutan pembangunan pasar tematik wisata melalui dukungan program kegiatan, kebijakan serta anggaran agar pembangunan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lampung Barat kedepannya,” pungkasnya.[***]

r

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA